Email telah dikirim!

Untuk melanjutkan perubahan email silahkan cek email Anda untuk Verifikasi email baru Anda.

Email Baru telah diverifikasi.

Silahkan Login menggunakan Email Baru Anda.

landing page
Informasi Login Demo
ADMIN
Username : sekolahdemopijar@gmail.com
Password : sekolahdemo

GURU
Username : guru1@gmail.com
Password : gurudemo

SISWA
Username : 30170521
Password : siswademo

Terima kasih sudah melakukan permintaan demo,
silahkan klik tombol dibawah ini untuk memulai demo

MULAI SEKARANG

Unggah Berkas

Silahkan unggah berkas syarat dan ketentuan
berlangganan yang sudah ditandatangani disini

Format berkas: .doc, .docx, .pdf

Seret dan lepas berkas disini
Atau

Klik disini untuk memilih berkas
Menu Close

4 Fokus Utama Program Merdeka Belajar

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI telah melontarkan sebuah kebijakan tentang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Kebijakan tersebut untuk menyiapkan dunia pendidikan memasuki masa depan. Masa depan yang akan memiliki tantangan berbeda dengan apa yang kita hadapi hari ini.

Era Disruption mengambil sebagian dari apa yang kita miliki di masa lalu, kini siapa yang tak siap dengan digitalisasi yang akan terjerembab dalam kubangan lumpur stagnasi.

Komponen merdeka belajar adalah Komitmen, Mandiri, dan Refleksi

Komitmen pada tujuan bukan cara, bahwa guru harus memiliki konsistensi pada sebuah tujuan. Ia harus mampu menentukan sendiri apa tujuan dari materi yang ia ajarkan sehinga ia memiliki komitmen yang tinggi. Ia harus bisa membedakan mana tujuan dan yang mana cara. Ujian misalnya adalah sebuah cara untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai berbagai pelajaran yang diberikan. Ujian bukanlah tujuan, sehingga harus dijadikan pertaruhan. Jika ujian adalah tujuan, maka segala hal pasti dilakukan agar nilai anak didik kita baik. Tetapi jika ujian adalah cara untuk mengetahui pencapaian siswa-siswi kita, maka ia harus dibiarkan berlangsung secara wajar agar kita sebagai guru mendapatkan gambaran yang objektif tentang siswa kita.

Mandiri artinya tidak tergantung pada orang lain dan mandiri untuk belajar yang berarti. Dengan kemandirian, seorang guru dan seorang pelajar akan berusaha maksimal untuk mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki agar mampu mendapatkan pencapaian pembelajaran yang terbaik di sekolah. Mandiri berarti kreatifitas untuk memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada disekitar kita guna meningkatkan proses pembelajaran yang akan kita lakukan.

Selanjutnya refleksi terkait dengan keinginan kita untuk melakukan perbaikan dan improvisasi terus menerus. Setiap selesai melaksanakan proses pembelajaran, kita sebagai guru harus melakukan refleksi secara jujur dan objektif pada diri kita sendiri, apakan yang kita sampaikan telah benar-benar sesuai dengan rencana pengajaran yang telah kita susun sebelumnya. Jika kita mendapatkan bahwa apa yang kita lakukan masih belum optimal, sudah saatnya kita melakukan perbaikan pada aspek-aspek tertentu, sehingga ke depan kita dapat menjalankan proses pembelajaran yang lebih baik lagi.

Gerakan Merdeka Belajar telah menyita perhatian semua pemangku jabatan di dunia pendidikan. Dari mulai Kepala Dinas, Para Kepala Sekolah, Guru Pengawas dan tentu guru yang mengajar siswa-siswi di dalam kelas. Banyak Kota dan Kabupaten yang telah berinisiatif untuk melaksanakan sosialisasi konsep dan gerakan merdeka belajar ini ke sekolah-sekolah dan kepada guru-guru. Bahkan beberapa lembaga telah dan akan melaksanakan seminar tentang merdeka belajar.

Bahkan Kementerian Pendidikan telah menyiapkan dana sebesar Rp 20 Milyar untuk mendorong terbentuknya Sekolah Penggerak. 

4 Fokus Utama Nadiem Makarim terkait Program Merdeka Belajar 

Tentunya Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan agar siswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dilakukan agar para siswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan karya terbaik bagi bangsa.

Menteri Dikbudristek, Nadiem Makarim mengatakan bahwa Merdeka Belajar merupakan konsep pengembangan pendidikan di mana seluruh pemangku kepentingan diharapkan untuk menjadi agen perubahan (agent of change). Para pemangku kepentingan tersebut meliputi keluarga, guru, institusi pendidikan, bahkan dunia industri, dan masyarakat.

Dijelaskan juga bahwa Kurikulum Merdeka Belajar sebagai tindak lanjut perbaikan Kurikulum 2013. Terlebih di tengah situasi pandemi selama 3 tahun terakhir ini. Nadiem mengungkapkan kurikulum Merdeka Belajar bagian lanjutan dari pengembangan dan penerapan kurikulum darurat yang diluncurkan untuk merespons pandemi Covid-19. Namun, ia menyatakan tidak merombak kurikulum 2013.

Maka inilah keunggulan Kurikulum Merdeka untuk Peserta Didik, Guru dan Sekolah.

merdeka belajar

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *