Email telah dikirim!

Untuk melanjutkan perubahan email silahkan cek email Anda untuk Verifikasi email baru Anda.

Email Baru telah diverifikasi.

Silahkan Login menggunakan Email Baru Anda.

landing page
Informasi Login Demo
ADMIN
Username : sekolahdemopijar@gmail.com
Password : sekolahdemo

GURU
Username : guru1@gmail.com
Password : gurudemo

SISWA
Username : 30170521
Password : siswademo

Terima kasih sudah melakukan permintaan demo,
silahkan klik tombol dibawah ini untuk memulai demo

MULAI SEKARANG

Unggah Berkas

Silahkan unggah berkas syarat dan ketentuan
berlangganan yang sudah ditandatangani disini

Format berkas: .doc, .docx, .pdf

Seret dan lepas berkas disini
Atau

Klik disini untuk memilih berkas
Menu Close

E-learning : Panduan Lengkap Pembelajaran Online yang Interaktif

e-learning panduan lengkap pembelajaran online

E-Learning – Pandemi COVID-19 dan pembatasan sosial memaksa banyak sistem kehidupan untuk menyesuaikan diri. Termasuk aspek pendidikan dan kegiatan belajar mengajar. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan pembelajaran dengan sistem e-learning.

Tapi, apa itu sistem e-learning? Dan bagaimana para pendidik bisa menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran berbasis web ini? Melalui artikel ini, Anda akan mengenal sistem pembelajaran e-learning dengan lebih mendalam.

Apa Itu Sistem e-Learning?

Sistem pembelajaran dengan e-learning baru mulai populer sejak pandemi berlangsung. Sistem ini dilaksanakan sebagai salah satu sarana untuk menekan laju penularan virus corona. Seiring waktu, sistem ini justru semakin dirasa penting.

Namun, sebelum memahami seluk beluk sistem ini, ada baiknya Anda mengetahui lebih dulu apa itu sistem e-learning.

Secara sederhana, sistem atau metode e-learning adalah metode pembelajaran secara digital. Karena itu, untuk mengakses sistem ini dibutuhkan koneksi internet. Dengan menjalankan sistem ini, maka proses pembelajaran bisa dilakukan secara daring atau online. Sehingga, guru dan murid bisa menjalankan kegiatan belajar dari mana saja.

Umumnya, sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran online akan menyiapkan satu aplikasi e-learning. Tujuan pengadaan aplikasi e-learning adalah untuk memudahkan siswa dan pengajar dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.

Dalam aplikasi tersebut, guru dan siswa bukan hanya bisa menyampaikan dan menerima pelajaran saja. Aplikasi ini juga menyediakan berbagai kurikulum, tes, dan evaluasi yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Karakteristik e-Learning

Sebagai sebuah sistem, pelaksanaan e-learning memiliki beberapa karakteristik. Tentu saja Anda bisa dengan mudah mengetahui karakteristik tersebut. Akan tetapi, agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa karakteristik sistem e-learning yang perlu Anda ketahui:

1. Memanfaatkan Jasa Teknologi Digital

Sesuai dengan namanya, kata e-learning merupakan gabungan dari elektronik dan learning atau belajar. Sehingga, secara harfiah e-learning berarti sistem pembelajaran secara elektronik atau daring. Karena itu, setiap proses pelaksanaan e-learning tentu saja menggunakan perangkat atau sistem elektronik.

2. Bahan Ajar Berupa Digital

Selain itu, sistem pembelajaran e-learning juga umum memanfaatkan bahan ajar digital. Baik kurikulum, ujian, evaluasi, hingga penilaian. Bahan ajar dan materi tersebut tersedia dalam sistem komputasi pada aplikasi untuk e-learning.

3. Kurikulum dan Sistem Administrasi Online

Bagi guru dan sekolah, sistem ini sangat membantu dalam pembuatan kurikulum dan administrasi sekolah. Karena tersedia secara online, setiap guru dan staf sekolah bisa memprosesnya kapan saja dan di mana saja. Hal ini tentu saja meningkatkan efisiensi dan kemudahan bagi para guru dan staf sekolah.

 

Contoh Sistem e-Learning Gratis Kemdikbud

Untuk mendukung sistem pembelajaran online, Kemdikbud pun membuat aplikasi pembelajaran online berbasis web. Aplikasi buatan Kemdikbud ini dinamakan Portal Rumah Belajar dan bisa diakses secara gratis.

Sampai saat ini, ada lebih dari 200 ribu guru dan 600 ribu siswa yang telah menggunakan sistem e-learning Kemdikbud ini. Pengguna tersebut tersebar dalam berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD hingga SMA atau SMK.

Sebagai sebuah aplikasi online untuk belajar, Rumah Belajar Kemdikbud didukung oleh berbagai fitur. Berikut ini adalah beberapa fitur utama yang bisa Anda temukan di Rumah Belajar Kemdikbud:

1. Sumber Belajar

Fitur Sumber Belajar membantu siswa dan guru menemukan kurikulum pelajaran yang dibutuhkan. Bukan hanya itu saja, setiap kurikulum yang ada di fitur ini telah tersaji secara terstruktu dan menarik. Bahkan Anda bisa bereksplorasi dengan berbagai gambar, video, dan animasi yang sangat membantu pemahaman materi.

Beberapa kurikulum juga dilengkapi dengan permainan yang sesuai dengan target pembelajaran. Serta telah dilengkapi dengan simulasi dan evaluasi yang bisa digunakan guru dan murid. Dengan begitu, pendalaman materi bisa lebih mudah dilakukan.

2. Kelas Maya

Selain mempelajari kurikulum secara online, Rumah Belajar Kemdikbud juga memiliki fitur Kelas Maya. Fitur ini memungkinkan adanya proses pembelajaran tatap muka antara guru dan siswa. Selain bisa diikuti secara real time, fitur kelas maya juga bisa diakses kapan saja. Sehingga memudahkan proses pembelajaran dari mana saja.

3. Bank Soal

Salah satu fitur pembelajaran yang penting adalah Bank Soal. Melalui kumpulan bank soal, siswa dapat berlatih memahami materi dengan lebih baik. Selain itu, fitur ini juga memungkinkan guru untuk mengambil nilai melalui soal latihan, ulangan, dan ujian yang ada di bank soal.

4. Laboratorium Maya

Salah satu tantangan menggunakan aplikasi belajar adalah sulitnya melaksanakan praktikum di laboratorium. Padahal, beberapa mata ajar memerlukan gambaran visual agar lebih mudah dipahami. Karena itu, Kemdikbud juga menyediakan fitur Laboratorium Maya di Rumah Belajar.

Melalui fitur ini, guru bisa memberikan gambaran kegiatan praktikum di laboratorium. Gambaran tersebut diberikan dalam bentuk simulasi yang interaktif dan menarik. Selain itu, guru juga dapat memberikan lembar kerja siswa dan teori praktikum saat simulasi berjalan.

5. Fitur Pendukung Lainnya

Selain empat fitur utama sebelumnya, Rumah Belajar Kemdikbud juga menyediakan berbagai fitur pendukung lain. Seperti Peta Buda, Buku Sekolah Elektronik, Wahana Jelajah Angkasa, Karya Bahasa dan Sastra, Pengembangan keprofesian Berkelanjutan, Blog Pena, Edugame, hingga Augmented Reality. Berbagai fitur tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengajar dan siswa sesuai dengan jenjang dan kebutuhan kurikulum.

 

Tantangan dan Solusi Proses Pembelajaran Online

Menjalankan proses pembelajaran online bukannya tanpa tantangan. Sama seperti proses pembelajaran tatap muka, pembelajaran online juga memiliki banyak tantangan. Akan tetapi, tentu saja setiap tantangan memiliki solusinya masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan sistem e-learning, serta solusi untuk mengatasinya:

1. Keterbatasan Akses Perangkat

Guru dan siswa yang berada di kota besar dan populer mungkin bisa menjalankan aplikasi online belajar dengan mudah. Sayangnya, kemudahan tersebut tidak tersebar merata di semua wilayah Indonesia. Beberapa daerah masih kesulitan untuk mengakses internet. Khususnya di wilayah desa dan pedalaman Indonesia.

Selain itu, tidak semua keluarga memiliki perangkat yang diperlukan. Baik komputer maupun smartphone. Umumnya, keterbatasan ini dialami oleh keluarga dari kalangan menengah ke bawah. Bahkan ada juga keluarga yang hanya memiliki ponsel tanpa akses internet.

Sehingga, agak sulit untuk menerapkan akses yang sama rata bagi seluruh wilayah di Indonesia. Seorang pengajar tentu saja perlu mempertimbangkan hal ini dan membuat penyesuaian. Sehingga, setiap anak bisa mendapatkan kesempatan belajar yang sama.

2. Adanya Distraksi dan Gangguan

Perbedaan paling jelas antara pembelajaran jarak jauh dan tatap muka adalah lingkungan belajar. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan di sekolah dengan suasana yang sudah dijaga agar kondusif.

Sementara pembelajaran online umumnya dilaksanakan di rumah. Hal ini tentu saja memiliki distraksi yang tidak terhindarkan. Baik distraksi berupa suara, pandangan, kegiatan, dan berbagai distraksi lainnya. Sehingga, siswa agak sulit untuk menjaga fokusnya dalam belajar. Untuk mengatasi hal ini, guru dapat melakukan beberapa penyesuaian. Atau mengembangkan metode pembelajaran online yang interaktif. Sehingga, siswa bisa tetap fokus menerima materi pelajaran.

3. Belum Terbiasa dengan Teknologi

Umumnya, proses belajar mengajar dilakukan secara tatap muka. Sehingga, proses pembelajaran dengan sistem e-learning masih terasa aneh. Baik bagi guru, siswa, maupun pihak lain yang berkaitan dalam proses belajar.

Meskipun begitu, bukan berarti proses belajar online tidak mungkin dilakukan. Untuk itu, pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan belajar perlu membiasakan diri dengan teknologi. Baik guru, siswa, ataupun orang tua siswa.

4. Sulit Untuk Interaktif

Tantangan selanjutnya dari pembelajaran online adalah proses belajar yang kurang interaktif. Kesulitan ini bisa datang dari guru maupun siswa. Misalnya, siswa yang belum terbiasa jadi enggan untuk bertanya secara langsung. Atau bingung bagaimana harus bertanya kepada guru.

Di lain sisi, guru yang belum terbiasa dengan aplikasi untuk pelajaran terkesan memberikan materi satu arah. Atau bahkan lupa untuk memberi kesempatan bertanya kepada siswa. Beberapa guru bahkan ada yang hanya memberikan tugas dan nilai saja tanpa mengadakan video conference online.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan langkah inisiatif dari guru pengajar. Misalnya dengan memberikan kesempatan bertanya kepada siswa di antara jeda materi. Atau dengan menghimbau siswa memanfaatkan fitur chat untuk menyampaikan pertanyaan.

5. Siswa yang Bermain-Main

Masa-masa sekolah memang seringkali diisi dengan bermain-main. Baik pada jenjang sekolah awal ataupun lanjutan. Apalagi di kelas online yang tidak diawasi guru secara langsung. Karena itu, guru dan orang tua perlu berkoordinasi untuk meminimalisir hal tersebut.

 

Manfaat Sistem e-Learning

Selain memiliki tantangan, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan melalui sistem e-learning. Berikut ini adalah beberapa manfaat umum dari e-learning belajar:

1. Menunjang Proses Belajar

Materi yang digunakan dalam sistem pembelajaran tersedia secara online. Sehingga siswa bisa mengaksesnya kapan saja sesuai kebutuhan. Hal ini tentu saja sangat membantu para siswa untuk belajar dan memahami materi.

2. Waktu Belajar Fleksibel

Beberapa e-learning pembelajaran tidak menuntut siswa untuk hadir di jam dan waktu tertentu. Proses pengajaran diberikan dalam bentuk video disertai dengan tugas tertentu. Siswa dapat menyesuaikan waktu belajar sesuai dengan kebutuhannya. Bagi guru, hal ini tentu saja sangat memudahkan. Karena guru bisa menghemat waktu dan lebih berfokus pada hal-hal strategis dalam sistem pembelajaran.

3. Membantu Memonitor Performa Siswa

Penggunaan teknologi dalam sistem belajar juga memudahkan guru untuk mengamati performa siswa. Sehingga, guru bisa lebih fokus pada hal-hal yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, sistem evalusi dan simulasi berbasis online juga memudahkan guru untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.

4. Dapat Diakses dengan Mudah

Dibandingkan dengan kelas tatap muka. Kelas online sebenarnya menawarkan akses yang lebih mudah. Anda bisa masuk ke kelas atau sekolah manapun tanpa harus berjalan jauh. Cukup melalui ponsel atau laptop saja, Anda bisa langsung terhubung. Apalagi, saat ini banyak aplikasi e-learning berbasis web maupun aplikasi di Google Play Store yang bisa Anda pilih.

5. Biaya Lebih Terjangkau

Sebagian besar media pembelajaran berbasis e-learning yang bisa Anda akses dengan harga yang sangat murah. Apalagi jika dibandingkan dengan biaya les atau kursus. Bahkan, ada juga media e-learning yang tersedia secara gratis. Dan tetap memiliki materi pembelajaran yang cukup lengkap. Sehingga, jika dihitung secara biaya, menggunakan sistem e-learning masih jauh lebih terjangkau dan murah.

6. Wawasan yang Luas

Sistem informasi e-learning menawarkan metode pembelajaran yang luas. Baik guru maupun siswa bisa mengakses informasi apapun sesuai minat dan kebutuhan. Bahkan di luar materi yang sedang dipelajari. Jika dimanfaatkan dengan baik, hal ini tentu saja memberikan kesempatan luas untuk menambah wawasan.

 

Persiapan Pembelajaran e Learning

Pembelajaran dengan sistem e-learning memang bisa menjadi jawaban untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Akan tetapi, untuk memaksimalkan sistem ini, ada beberapa hal yang perlu disiapkan.

Utamanya, ada tiga hal yang perlu disiapkan oleh sekolah dan pengajar agar pembelajaran online bisa berjalan dengan baik. Yaitu perangkat dan akses internet, platform e-learning, dan metode pembelajaran online yang akan digunakan.

1. Persiapan Perangkat dan Akses Internet

Sistem pembelajaran e-learning sangat mengandalkan teknologi dan akses internet. Karena itu, pastikan Anda telah memiliki perangkat yang terhubung dengan internet. Kemudian, pastikan juga bahwa akses internet di daerah Anda cukup baik.

Secara umum, kepemilikan perangkat dan akses internet memang tidak menjadi tanggung jawab sekolah. Akan tetapi, Anda juga perlu mempertimbangkan kepemilikan dan kemampuan akses setiap orang. Termasuk guru dan siswa.

Sistem pembelajaran secara daring baru bisa berjalan efektif jika guru dan siswa telah memiliki akses yang baik pada dua hal tersebut. Sebagai solusi, Anda bisa meminjamkan inventaris sekolah pada guru atau siswa yang membutuhkan. Alternatif lainnya, Anda bisa menjadi pihak ketiga dan menghubungkannya dengan kreditur.

2. Platform e Learning

Persiapan kedua yang juga tidak kalah penting adalah platform e-Learning yang akan digunakan atau aplikasi untuk media pembelajaran. Platform ini akan berperan sebagai ruang digital sekolah. Mulai dari ruang kelas, ruang atau sistem administrasi, hingga kesiswaan.

Platform e-Learning yang berkualitas juga akan membantu meningkatkan kualitas belajar mengajar di sekolah. Semakin baik suatu platform, semakin banyak fungsi-fungsi yang dapat membantu proses pembelajaran. Sehingga, guru dan siswa bisa lebih berfokus pada materi dan kurikulum yang diajarkan.

Selain itu, platform e-Learning juga membutuhkan pengawasan. Anda harus memastikan bahwa sistem tersebut bisa berjalan selama 24 jam. Sehingga, pengguna platform bisa mengakses fitur di dalamnya kapan saja sesuai kebutuhan.

3. Metode Pembelajaran Online yang Akan Digunakan

Jika akses perangkat, internet, dan platform sudah tersedia, ada satu hal lagi yang juga penting untuk diperhatikan. Yaitu metode pembelajaran online yang akan digunakan. Poin ini tidak kalah penting dengan dua poin sebelumnya.

Tanpa adanya metode pembelajaran yang matang, penggunaan e-Learning tidak akan menjadi maksimal. Guru harus menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun metode pembelajaran. Sehingga, proses belajar menjadi lebih interaktif dan maksimal.

Lalu, bagaimana menemukan metode pembelajaran yang tepat? Sebelum mengetahui hal tersebut, Anda perlu mengetahui apa saja jenis-jenis metode pembelajaran online yang ada.

 

Metode Pembelajaran Online

Banyak orang yang mengira bahwa hanya ada satu metode belajar di online. Tentu saja hal ini kurang tepat. Sebenarnya, ada berbagai metode belajar online yang bisa digunakan. Dengan mengetahui hal ini, guru bisa bereksplorasi dan menyesuaikan metode dengan kebutuhan siswa dan sekolah.

Berikut ini adalah beberapa metode yang bisa diterapkan dalam sistem e-learning:

1. Metode Pembelajaran Sinkron

Dibandingkan dengan metode lainnya, metode belajar ini adalah yang paling umum dan paling lama. Sesuai namanya, metode pembelajaran sinkron mengharuskan guru dan murid hadir di waktu yang sama. Sehingga, proses belajar mengajar berjalan beriringan.

Metode ini sekilas mirip dengan proses belajar tatap muka. Di mana guru dan murid hadir di ruangan dan waktu yang sama. Hanya saja, dalam kegiatan pembelajaran online, kegiatan ini berlangsung di ruangan virtual.

Keuntungan utama metode ini adalah interaksi antara guru dan siswa bisa terjadi secara langsung. Selain itu, jumlah siswa juga bisa dibuat tidak terbatas. Sebagai contoh, metode ini biasa digunakan dalam sistem webinar. Baik webinar nasional maupun internasional.

2. Metode Pembelajaran Asinkron

Sesuai dengan namanya, metode pembelajaran asinkron menggunakan prinsip yang berseberangan dengan metode sinkron. Dalam metode ini, guru dan siswa tidak harus berada pada waktu yang sama. Sehingga, waktu belajar siswa bisa lebih fleksibel.

Metode ini juga membantu guru memiliki waktu mengajar yang lebih efisien. Sehingga, bisa lebih fokus mengembangkan kurikulum dan menyiapkan materi pembelajaran. Umumnya, metode pembelajaran ini digunakan pada berbagai seminar atau kursus.

Metode pembelajaran asinkron juga sangat membantu proses pembelajaran online learning pada zona waktu yang berbeda. Sehingga, siswa dan guru bisa melakukan kegiatan belajar sesuai dengan waktu optimalnya.

3. Metode Pembelajaran Campuran

Selain dua metode sebelumnya, ada juga metode pembelajaran campuran. Metode ini menggabungkan sistem pembelajaran sinkron dan asinkron dalam pelaksanaannya.

Agar metode ini berjalan dengan baik, guru dan siswa perlu menyepakati waktu pembelajaran sinkron terlebih dahulu. Selanjutnya, proses pembelajaran bisa diberikan kembali pada siswa dalam bentuk rekaman. Sehingga, siswa bisa melakukan pendalaman materi di luar waktu sinkron.

Sistem pembelajaran campuran juga memungkinkan guru memberikan feedback langsung pada siswa. Sehingga siswa bisa menjadi lebih tangkas dan disiplin. Metode ini cocok digunakan untuk siswa pada tingkat yang lebih tinggi.

 

Cara Memilih Aplikasi Elearning Berbasis Web

Kondisi pandemi membuat pembelajaran secara daring jadi semakin umum. Untuk mendukung hal ini, ada banyak perusahaan platform dan start up yang mengembangkan aplikasi e-learning berbasis web. Sebagai pengguna, tentu saja sekolah perlu memilih software terbaik untuk mendukung proses pembelajarannya.

Nah, berikut ini adalah beberapa acuan dan tips yang bisa Anda gunakan untuk memilih e-learning aplikasi terbaik:

1. Kemudahan Penggunaan Aplikasi

Pertimbangan utama dalam memilih aplikasi belajar adalah user interface atau tampilan pengguna. Pastikan Anda memilih sistem e-learning yang mudah digunakan. Perhatikan bagaimana tampilan pengguna untuk pengisi materi atau administrator, guru, dan pengguna aplikasi lainnya.

Aplikasi dengan tampilan yang rumit dapat menyebabkan pengguna merasa pusing dan repot. Bukannya memudahkan, hal tersebut malah menghambat proses pembelajaran. Akibatnya, proses penyampaian materi menjadi kurang efektif.

2. Kemudahan Akses Platform e-Learning

Beberapa platform e-Learning membutuhkan software pembelajaran online khusus yang harus digunakan. Beberapa platform lain membutuhkan program atau kondisi tertentu agar bisa diakses. Tanyakan hal ini pada penyedia platform yang Anda pilih.

Platform e-Learning terbaik seharusnya bisa diakses dengan dengan mudah. Platform tersebut harus bisa mendukung akses dari mana saja, kapan saja, dan di mana saja. Karena itu, pertimbangkan hal ini sebelum memilih platform pembelajaran online.

3. Kompatibilitas

Aspek selanjutnya yang harus dipertimbangkan adalah kompatibilitas platform. Cari tahu format apa saja yang didukung oleh platform tersebut. Apakah bisa mengakses file dalam format pdf, text, gambar, audio, dan video? Atau hanya bisa mengakses format tertentu saja.

Ketahui juga apakah platform tersebut dapat mengakses video melalui media sosial seperti YouTube, Facebook, dan lain sebagainya? Aplikasi pembelajaran berbasis web yang baik seharusnya bisa mengakses konten dalam berbagai bentuk.

4. Sesuai dengan Kultur Belajar

Jangan asal memilih aplikasi pembelajaran digital. Tidak semua platform atau aplikasi memiliki sistem yang sesuai dengan sekolah Anda. Jika memungkinkan, Anda bisa meminta penyedia platform untuk melakukan beberapa penyesuaian.

Pastikan sistem yang Anda gunakan telah sesuai dengan kultur belajar dan kebutuhan sekolah. Sehingga, pengajar maupun siswa tidak merasa kesulitan saat menggunakan sistem e-learning tersebut.

5. Keamanan Sistem e Learning

Tidak semua software pembelajaran dilengkapi dengan sistem keamanan. Karena itu, sebelum memilih sebuah platform belajar daring, ada baiknya Anda mengetahui tentang hal ini. Cari tahu bagaimana software tersebut mengenkripsi data di dalamnya. Khususnya data yang bersifat pribadi dan rahasia.

6. Pembaruan atau Update Sistem

Selanjutnya, perhatian juga fitur update atau pembaruan sistem yang dimiliki. Apakah aplikasi atau sistem yang Anda gunakan sudah dilengkapi dengan fitur update berkala atau belum. Fitur ini sangat penting untuk memastikan kalau sistem yang Anda gunakan tidak akan tertinggal jauh dari teknologi yang berkembang.

Beberapa sistem e-learning open source  memang memiliki fitur update berkala. Akan tetapi, hal ini malah menjadi cukup riskan. Karena bersifat open source, biasanya sistem tersebut memiliki kualitas keamanan yang rendah. Sehingga, data-data pribadi dan sensitif jadi lebih mudah diretas.

7. Harga yang Terjangkau

Setiap sekolah pasti memiliki standar tersendiri mengenai definisi harga yang terjangkau. Karena itu, sesuaikan hal ini dengan budget sekolah atau budget yang dimiliki yayasan. Memilih platform termahal belum tentu yang paling baik dan sesuai dengan sekolah Anda.

Selain menyesuaikan dengan kebutuhan, pastikan juga harga yang ditawarkan sesuai dengan fitur yang diberikan. Apalagi, saat ini ada banyak pilihan aplikasi untuk media pembelajaran gratis yang bisa Anda pilih. Jangan sampai Anda membeli platform dengan harga mahal, namun menawarkan fitur yang sama dengan aplikasi gratis.

8. Lakukan Pengujian Mandiri

Terakhir, untuk menemukan aplikasi untuk media pembelajaran terbaik, Anda perlu melakukan pengujian secara mandiri. Jangan terpaku dengan hasil review yang Anda temukan. Meskipun bisa membantu, hasil review tersebut tidak harus Anda jadikan tolok ukur.

Apalagi, kadang-kadang ada banyak review yang bukan review asli pengguna. Karena itu, pastikan Anda melakukan pengujian secara mandiri terlebih dahulu. Sehingga, Anda bisa mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan sistem yang Anda gunakan tersebut.

Rekomendasi Aplikasi untuk e-Learning Terbaik

Menemukan aplikasi belajar secara daring sebenarnya bukan hal yang sulit. Ada banyak aplikasi aplikasi belajar yang bisa Anda temukan. Dari mulai yang gratis hingga berbayar. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi aplikasi yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Moodle

Moodle adalah salah satu aplikasi e-learning yang menarik untuk Anda coba. Aplikasi ini membantu pengajar dan siswa untuk mengubah media pembelajaran offline menjadi media online atau web base. Dengan Moodle, siswa lebih mudah mengakses materi pembelajaran yang dibutuhkan.

Selain dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran, Moodle juga telah dilengkapi dengan fitur pendukung lainnya. Seperti membuat materi pembelajaran, mengakses jurnal elektronik, hingga membuat dan mengadakan kuis secara online.

Saat ini, aplikasi Moodle bisa Anda akses melalui web atau aplikasi. Anda bahkan bisa menemukan aplikasi ini di ponsel berbasis Android atau iOS dengan sangat mudah.

2. Google Classroom

Siapa yang tidak kenal dengan Google Classroom. Sesuai namanya, aplikasi ini memang dibuat oleh Google untuk mendukung proses pembelajaran daring. Sebagai aplikasi keluaran Google, Classroom memang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Tidak berlebihan jika banyak orang menganggap Google Classrom sebagai salah satu aplikasi ini bisa dibilang merupakan aplikasi pembelajaran berbasis web terbaik.

Anda bisa membuat, membagikan, dan menggolongkan penugasan dengan mudah. Selain itu, aplikasi ini juga terhubung dengan berbagai layanan Google lainnya. Misalnya Google Drive atau Gmail. Sehingga, proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan terintegrasi.

3. Schoology

Aplikasi lainnya yang bisa Anda gunakan adalah Schoology. Platform ini memang secara khusus dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran dengan sistem e-learning. Platform Schoology bisa digunakan secara gratis oleh siswa, orang tua, dan guru. Akan tetapi, administrator perlu membayar biaya khusus agar bisa mengakses fitur premiumnya.

Schoology memungkinkan penggunanya berkolaborasi dengan berbagai jenis pelajar dan instruktur pengajar. Mulai dari siswa TK, tingkat menengah, pendidikan tinggi, hingga siswa training untuk perusahaan.

Schoology bukan hanya bisa digunakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar saja. Tapi juga telah mendukung fitur manajemen penilaian, manajemen pembelajaran, hingga analisis terperinci. Aplikasi ini juga bisa Anda unduh di ponsel berbasis Android atau iOS.

 

7 Tools untuk Guru Agar Proses Belajar Online Lebih Interaktif

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu tantangan dalam pembelajaran berbasis e-learning adalah materi yang kurang interaktif. Karena itu, seorang guru perlu lebih kreatif lagi. Misalnya dengan menyiapkan materi belajar yang lebih interaktif.

Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan aplikasi pembuatan media pembelajaran sebagai tools. Berikut ini adalah beberapa aplikasi atau tools yang bisa Anda coba:

1. Canva

Sejak beberapa tahun terakhir, aplikasi Canva menjadi semakin populer. Aplikasi ini membantu siapa saja untuk membuat aset digital yang menarik secara visual. Anda bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk membuat media pembelajaran Anda. Mulai dari infografis, rangkuman, presentasi, dan lain sebagainya.

Apalagi, Canva juga memiliki beberapa template siap pakai yang bisa Anda manfaatkan. Jika Anda menggunakan laptop, Anda bisa mengakses Canva langsung melalui websitenya. Akan tetapi, pastikan Anda selalu terhubung ke internet. Selain itu, Anda juga bisa mengunduh aplikasi Canva di Playstore. Sehingga, Anda bisa menggunakannya langsung melalui ponsel.

2. Powtoon

Secara khusus, aplikasi Powtoon digunakan untuk membuat presentasi dan video animasi interaktif. Aplikasi ini membantu Anda membuat media pembelajaran yang menarik. Yaitu dengan menggunakan karakter, efek teks, animasi, link, background, dan berbagai fitur lain yang tersedia di Powtoon.

Penggunaan aplikasi Powtoon juga cukup sederhana. Meski begitu, hasilnya bisa Anda gunakan untuk mendukung sistem e-learning yang Anda gunakan. Sehingga, proses belajar menjadi lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

3. Prezi

Secara umum, Prezi memiliki kemiripan dengan Power Point ataupun Google Slide. Tools ini biasanya digunakan untuk membuat presentasi secara online. Akan tetapi, tools ini menghasilkan tampilan presentasi yang lebih interaktif.

Fitur unggulan Prezi adalah Zooming User Interface (ZUI). Fitur ini memungkinkan user untuk membuat tampilan presentasi menjadi lebih dinamis. Selain untuk presentasi, Prezi juga bisa digunakan untuk membuat desain dan video interaktif.

4. Sparkol VideoScribe

Software ini memiliki tampilan latar belakang yang mirip dengan papan tulis. Tools ini memungkinkan kombinasi antara animasi dan template yang menarik. Ada banyak aset gambar dan animasi yang bisa Anda temukan. Sehingga, tampilan materi tidak terlalu monoton.

Di samping itu, user interface pada tools ini relatif sederhana. Dengan begitu, Anda bisa mempelajarinya dengan singkat dan mudah. Apalagi, tools ini juga memungkinkan Anda memasukkan musik atau voice over. Memudahkan Anda menyampaikan materi pelajaran dengan lebih mudah.

5. Lectora

Umumnya, Lectore digunakan untuk mengembangkan software media pembelajaran. Ada banyak fitur yang bisa Anda gunakan untuk berbagai keperluan mengajar. Mulai dari membuat presentasi, kuis, hingga game pembelajaran. Sehingga, proses belajar online jadi lebih menarik dan menyenangkan.

Tools ini juga dapat Anda gunakan untuk menyisipkan video, gambar, lembar tes dan latihan soal, game, dan lain sebagainya.

6. Sigil

Sigil merupakan salah satu jenis epub atau publikasi elektronik yang paling banyak digunakan. Tools ini mendukung berbagai format publikasi. Mulai dari teks, gambar, audio, hingga video. Sigil bisa diakses melalui desktop, browser, hingga perangkat mobile. Tools ini juga bersifat open source. Sehingga siapa saja bisa menggunakan Sigil dengan mudah dan gratis.

7. Wondershare Filmora

Tools terakhir yang bisa Anda gunakan untuk mendukung sistem e-learning adalah Wondershare Filmora. Sebenarnya, tools ini digunakan untuk membuat video atau animasi. Akan tetapi, Anda bisa memanfaatkannya untuk mendukung pembelajaran secara daring.

Ada banyak template, efek animasi, dan transisi yang menarik dalam aplikasi ini. Selain itu, tampilannya juga cukup sederhana sehingga mudah digunakan. Dengan memanfaatkan Wondershare Filmora, Anda bisa membuat materi pembelajaran yang lebih menarik untuk siswa.

 

Penutup

Kondisi pandemi telah menjadi katalis dalam penetrasi teknologi dalam kehidupan masyarakat. Termasuk dalam hal pendidikan dan kegiatan belajar. Saat ini, sistem pembelajaran dengan memanfaatkan sistem e-learning menjadi semakin marak dan umum.

Sejalan dengan hal tersebut, berbagai perusahaan pun mulai serius mengembangkan platform dan aplikasi belajar onlinenya. Sebagai bagian dari sistem pendidikan, sudah sewajarnya jika sekolah dan guru mulai membiasakan diri dengan teknologi.

Misalnya dengan mencari aplikasi online belajar terbaik untuk digunakan oleh siswa dan pengajar. Untuk bisa menemukan sistem terbaik, sekolah dan guru harus mempertimbangkan berbagai aspek. Seperti kemudahan penggunaan, kemudahan akses, kompatibilitas, dan kesesuaian fitur dengan kultur belajar sekolah.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan harga yang ditawarkan. Khususnya jika dibandingkan dengan fitur dan kelebihan yang dimilikinya. Untuk mengetahui hal tersebut, kadang kala Anda perlu melakukan pengujian mandiri terlebih dahulu.

Selain itu, guru pengajar juga perlu mempelajari metode dan teknik penyampaian materi yang lebih kreatif dan inovatif. Dengan begitu, siswa dapat memberikan perhatian dan lebih mudah fokus pada proses pembelajaran.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai sistem e-learning. Mulai dari pengertian, cara memilih sistem, hingga cara membangun proses pembelajaran online yang interaktif. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, diharapkan sekolah dapat memberikan kualitas pendidikan terbaik untuk siswanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *