Email telah dikirim!

Untuk melanjutkan perubahan email silahkan cek email Anda untuk Verifikasi email baru Anda.

Email Baru telah diverifikasi.

Silahkan Login menggunakan Email Baru Anda.

landing page
Informasi Login Demo
ADMIN
Username : sekolahdemopijar@gmail.com
Password : sekolahdemo

GURU
Username : guru1@gmail.com
Password : gurudemo

SISWA
Username : 30170521
Password : siswademo

Terima kasih sudah melakukan permintaan demo,
silahkan klik tombol dibawah ini untuk memulai demo

MULAI SEKARANG

Unggah Berkas

Silahkan unggah berkas syarat dan ketentuan
berlangganan yang sudah ditandatangani disini

Format berkas: .doc, .docx, .pdf

Seret dan lepas berkas disini
Atau

Klik disini untuk memilih berkas
Menu Close

4 Tantangan Mengajar Siswa Berkebutuhan Khusus

Tantangan mengajar siswa berkebutuhan khusus

Dilansir Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KPPA), anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya. 

Saat ini anak berkebutuhan khusus juga bisa bersekolah di sekolah umum yang bukan hanya ditujukan untuk anak berkebutuhan khusus. Hal inilah yang kadang bisa menjadi tantangan tersendiri untuk seorang guru. Karena guru belum tentu memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang karakteristik siswa yang berkebutuhan khusus. Namun, jangan khawatir karena pada dasarnya ada berbagai cara mengatasi tantangan mengajar siswa berkebutuhan khusus. Simak informasinya di bawah ini ya.

Tantangan Mengajar Siswa Berkebutuhan Khusus

Beberapa tantangan mengajar siswa berkebutuhan khusus dan cara mengatasinya, yaitu:

1.Pembuatan rencana pembelajaran

Setiap guru biasanya memiliki dokumen rencana pembelajaran yang berisi daftar materi pelajaran yang akan diberikan pada siswa dan target apa saja yang ingin dicapai. Namun, ketika mengajar siswa umum guru hanya memiliki satu rencana rencana pembelajaran, maka tidak halnya ketika guru harus mengajar siswa berkebutuhan khusus. Ketika mengajar siswa berkebutuhan khusus guru harus memiliki rencana pembelajaran sesuai dengan jumlah siswa yang berada dalam kelas. Karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda-beda. 

Dokumen rencana pembelajaran untuk siswa berkebutuhan khusus biasanya disebut dengan Individualized Education Plan. Individualized Education Plan (IEP) adalah dokumen yang berisi daftar kecacatan siswa, tujuan, akomodasi dan spesifikasi ujian. Untuk setiap pertemuan IEP, informasi harus dikumpulkan dari tugas kelas siswa untuk memperbarui setiap bagian IEP.

Setiap periode penilaian, guru harus mengumpulkan informasi tentang tujuan siswa dan memperbaruinya untuk melihat apakah pengetahuan dan kemampuan siswa berkembang. Meskipun begitu, guru juga harus tetap memiliki dokumen rencana pembelajaran yang umum dan bisa guru jadikan patokan untuk mengajar. Hal inilah yang kadang bisa menjadi tantangan tersendiri untuk siswa

2. Masalah perilaku

Tidak bisa dipungkiri memang kadang perilaku siswa yang diluar kendali bisa menjadi kesulitan tersendiri untuk guru yang mengajar siswa berkebutuhan khusus. Banyak siswa penyandang disabilitas merasa frustasi dengan sekolah. Entah karena tidak memahami materi atau menghadapi emosi yang sulit mereka kendalikan, siswa-siswa ini dapat menjadi tantangan bagi guru. Oleh karena itu, guru harus bisa memahami semua karakter siswa dengan baik mungkin dan mengatasi berbagai masalah perilaku yang siswa lakukan, khususnya jika siswa mengganggu ketenangan siswa yang lain.

Salah satu cara paling ampuh yang bisa guru lakukan untuk mengatasi perilaku siswa adalah tetap sabar, menasihati siswa dengan baik, dan tidak menghukum siswa dengan cara yang kasar. Karena hal inilah yang bisa membuat siswa merasa nyaman dan akhirnya patuh pada guru, sehingga tidak melakukan perilaku yang mengganggu proses belajar mengajar.

BACA JUGA: 7 Tips Sukses Mengadakan Study Tour

3. Kurangnya Dukungan Dari Orang Tua

Beberapa orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidak tertarik pada kesejahteraan anak mereka dan gagal memberikan pengasuhan yang memadai. Selain itu, di sisi lain orang tua mungkin terlalu protektif. Hal inilah yang bisa menjadi tantangan tersendiri bagi anak dan gurunya. Orang tua yang tidak memiliki kepentingan mungkin tidak terlibat dalam pendidikan anak mereka atau berinteraksi dengan guru mereka, sedangkan orang tua yang terlalu protektif mungkin memiliki ekspektasi yang tidak realistis dari anak dan guru anak tersebut.

Kedua sikap tersebut dapat membentuk anak karakter menjadi negatif. Selain itu, ketidaktertarikan orang tua dapat membuat siswa berkebutuhan khusus menjadi kurang termotivasi dan orang tua yang terlalu protektif seringkali mengurangi rasa percaya diri anak mereka dan mempersulit mereka untuk belajar.

4. Sulitnya melakukan proses pendisiplinan

Anak-anak penyandang disabilitas mungkin memiliki masalah perilaku termasuk kegelisahan dan kemurungan. Selain itu, mereka mungkin juga menunjukkan masalah seperti rentang perhatian yang pendek atau ketidakmampuan untuk memahami apa yang diajarkan. Oleh karena itu, seorang guru harus belajar bagaimana menangani masalah-masalah ini serta bagaimana mengambil tindakan disiplin yang tepat.

Salah satu cara pendisiplinan yang bisa guru lakukan adalah dengan selalu memberi tahu siswa dengan cara yang lembut dan tidak kasar. Karena hal inilah yang justru akan membuat siswa berkebutuhan khusus akhirnya paham dan menuruti perintah guru. 

5. Kurangnya fasilitas yang tersedia di sekolah

Saat ini di Indonesia belum banyak sekolah yang bisa menyediakan fasilitas yang bisa untuk menunjang kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Hal inilah yang kadang bisa menjadi tantangan tersendiri untuk guru. Misalnya saja jika ada siswa yang harus duduk di kursi roda sedangkan fasilitas sekolah belum memadai, maka secara tidak langsung guru harus bisa membantu siswa tersebut melakukan aktivitas. Jika hal ini terjadi, tetaplah berusaha semaksimal mungkin sebisa yang guru lakukan.

Mengajar siswa berkebutuhan khusus terkadang terasa seperti pekerjaan tanpa pamrih dan melelahkan. Namun, kalau guru berhasil mengatasi berbagai tantangan yang ada, maka hal ini akan menjadi kebanggan tersendiri untuk guru. Karena ketika guru telah berhasil mengatasi berbagai tantangan yang ada, maka secara tidak langsung guru bisa membantu siswa mencapai kesuksesan,

Jadi, ketika guru merasa sangat kesulitan untuk mengajar siswa berkebutuhan khusus berusahalah untuk tetap sabar dan mengajar dengan sebaik mungkin ya.

Kalau guru ingin proses belajar mengajar terasa lebih mudah untuk dilakukan, yuk gunakan platform Pijar Sekolah. Saat ini Pijar Sekolah memiliki tampilan dashboard baru yang lebih menarik dan efisien. Tampilan dashboard baru ini memiliki banyak improvement yaitu; penggabungan Fitur Absensi, Fitur UKP, dan Fitur Tugas yang sebelumnya terpisah, kini berada dalam satu tampilan, sehingga kehadiran siswa kini dapat terlihat langsung dari menu homepage dan guru juga bisa mengisi presensi secara langsung dari menu homepage tersebut. Jadi, guru lebih mudah memantau kehadiran dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. 

Selain menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, Pijar Sekolah hadir untuk membantu pihak sekolah dalam melakukan pelaksanaan ujian. Melalui Pijar Sekolah, pihak sekolah dengan mudah melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Aplikasi (UBK), dan memudahkan para guru dalam membuat soal, melakukan penjadwalan ujian, mengawasi ujian, dan memeriksa hasil ujian.

Referensi

https://degree.astate.edu/online-programs/education/master-of-science/sped-k-12-instructional-specialist/common-challenges-in-teaching-special-education/
https://www.special-education-degree.net/what-are-the-challenges-of-being-a-special-education-teacher/

https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/31/1621/membangun-masa-depan-anak-berkebutuhan-khusus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *