Email telah dikirim!

Untuk melanjutkan perubahan email silahkan cek email Anda untuk Verifikasi email baru Anda.

Email Baru telah diverifikasi.

Silahkan Login menggunakan Email Baru Anda.

landing page
Informasi Login Demo
ADMIN
Username : sekolahdemopijar@gmail.com
Password : sekolahdemo

GURU
Username : guru1@gmail.com
Password : gurudemo

SISWA
Username : 30170521
Password : siswademo

Terima kasih sudah melakukan permintaan demo,
silahkan klik tombol dibawah ini untuk memulai demo

MULAI SEKARANG

Unggah Berkas

Silahkan unggah berkas syarat dan ketentuan
berlangganan yang sudah ditandatangani disini

Format berkas: .doc, .docx, .pdf

Seret dan lepas berkas disini
Atau

Klik disini untuk memilih berkas
Menu Close

Tips Membuat Modul Mendidik dan Mengajar yang Menarik Sekaligus Efektif

Modul mendidik dan mengajar

Berbicara tentang modul mendidik dan mengajar, sulit rasanya menghubungkannya dengan sesuatu yang seru dan menyenangkan. Sementara itu, siswa di berbagai tingkatan membutuhkan cara belajar yang tidak itu-itu saja. Saat materi disampaikan dengan menarik, maka mereka mampu menerimanya dengan lebih mudah. 

Bagaimanapun juga, konten pembelajaran adalah hal yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan materi harus tersampaikan dengan baik, sehingga siswa mendapatkan ilmunya sambil belajar dengan cara yang menyenangkan. Saat ini, guru dapat membuat konten pembelajaran digital yang modern. Lalu bagaimana caranya membuat modul mengajar yang menarik dan tetap efektif?

Kenapa Modul Mengajar Itu Penting?

Modul mengajar sangat penting dalam aktivitas belajar mengajar karena setiap tingkat pendidikan memiliki materi yang sudah tetap dari pemerintah. Guru harus mengikuti ketentuan tersebut dan mengembangkannya menjadi konten dapat dijadikan panduan untuk memahami setiap pelajaran. Dengan modul, maka apa yang diajarkan dan dibahas di kelas tidak akan keluar jalur. 

Tips Membuat Modul Mengajar yang Menarik dan Efektif

Berikut ini beberapa tips dalam membuat modul mengajar yang menarik untuk siswa dan tetap efektif dalam menyampaikan materi yang dibahas:

1. Memahami Modul Ditujukan untuk Siapa

Hal pertama yang sangat penting diperhatikan adalah mengetahui dan memahami siapa yang akan menggunakan modul mengajar tersebut. Materi yang ditujukan untuk siswa SD kelas 1 dan kelas 5 tentu berbeda. Bahasa yang digunakan, fokus yang dibahas tentu berbeda, meskipun bidang studi dan materinya sama. 

Saat siswa merasa mereka tidak bisa memahami konten pembelajaran, maka mereka akan sangat mudah menyerah. Karena itu, gurulah yang harus mampu memahami siswa dan menyesuaikan modul mengajar mereka dengan kebutuhan dan level pemahaman siswa. 

2. Buat Modul yang Mudah Dipahami dan Interaktif

Siswa di level dasar, terutama di Sekolah Dasar, akan lebih menyukai pengalaman belajar yang interaktif atau menggunakan eksperimen. Cara ini akan membuat mereka lebih mudah memahami materi, daripada hanya membaca dan menghafalkan teori dari buku saja. Kelas yang interaktif akan membuat siswa memiliki ruang untuk bereksplorasi. 

Buatlah modul yang memungkinkan siswa untuk mengambil inisiatif. Misalnya dengan mengadakan kerja kelompok, diskusi, dan lain sebagainya. Lewat cara ini, siswa pun dapat mengajukan ide-ide mereka terkait materi. Di saat ini, guru seharusnya membiarkan siswa menyampaikan ide tanpa menyalahkan mereka. Dengan begitu, siswa akan lebih berani menyampaikan opini. 

Saat akan berlanjut ke pengajaran selanjutnya, baru luruskan apa yang benar dan kurang tepat. Cara ini bisa dicapai dengan membuat konten pembelajaran digital yang menarik dan mudah dipahami, memicu siswa untuk terlibat dalam aktivitas kelas. Hindari membuat konten yang isinya hanya menyampaikan materi secara pasif saja. 

3. Pastikan Tema Besar Tetap Ada dalam Modul

Tema besar di setiap mata pelajaran terkadang tampak sulit dipahami, terutama bagi siswa. Karena itu, penting untuk memecahnya menjadi tema-tema kecil yang mudah dipahami. Tujuan dari tema-tema kecil ini tetap agar siswa memahami tema besarnya. Namun, tak jarang siswa malah terlupa dengan tema besar ini karena terlalu fokus pada konten yang lebih kecil. 

Karena itu, tugas guru adalah membuat modul mendidik dan mengajar yang mampu membagi tema besar menjadi konten kecil-kecil, tapi tetap mempertahankan tema besar. Berikan perantara antar pengetahuan yang didapat dari satu konten kecil dengan konten kecil lainnya. Dengan begitu, konten kecil pun mengarah ke tema besar yang sama. 

4. Buat Modul Mengajar yang Meningkatkan Kerja Sama

Saat belajar menggunakan konten digital, siswa akan lebih mudah untuk belajar sendiri, menggunakan tingkat kecepatan dan pemahaman masing-masing. Cara ini akan mengurangi kebersamaan dan skill sosial siswa. Selain itu, kemampuan menangkap setiap siswa tentu saja berbeda-beda. Jika terlalu individual, sangat mungkin ada siswa yang masih belum paham sehingga akhirnya tertinggal. 

Untuk menghindarinya, guru perlu membuat modul mengajar yang dirancang agar lebih banyak kerja samanya. Buatlah konten yang memicu siswa untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang sedang diajarkan. Saat ada pertanyaan, maka sangat mungkin untuk membuka diskusi. 

Begitu sudah terkumpul beberapa pertanyaan, beri ruang pada siswa untuk saling berdiskusi dan menyampaikan opini mereka terhadap materi tersebut. Setelah menyampaikan materi, guru bertugas memandu diskusi. Lalu guru baru bisa membuat kesimpulan dari diskusi tersebut. Kerja sama antar siswa memungkinkan siswa lebih memahami materi apa yang disampaikan. 

5. Buat Konten yang Tidak Terlalu To the Point

Konten pembelajaran yang terlalu formal pada umumnya ingin cepat menyampaikan maksudnya. Memang benar, tujuan modul belajar adalah agar para siswa memahami materi tertentu. Tapi kalau terlalu to the point, maka siswa hanya akan mengingat teori, tanpa benar-benar paham apa sebenarnya yang sedang dibahas. 

Penting sekali bagi tenaga pengajar untuk membuat konten belajar yang membuat siswanya berpikir. Buatlah hipotesis yang membuat siswa memiliki dugaan berdasarkan hipotesis tersebut. Siswa bisa bekerja sendiri atau secara berkelompok untuk menemukan jawabannya. DI tahap akhir, guru bisa mengajak siswa untuk menyelesaikan pokok masalah bersama-sama. 

6. Membuat Materi Apersepsi

Tak jarang, pengajar membuat modul mendidik dan mengajar dengan menempatkan diri mereka sebagai seseorang yang pengetahuannya lebih banyak dibandingkan siswanya. Mungkin juga pengajar menganggap bahwa pengetahuan semua siswa sama saja. 

Nyatanya tidak begitu, apalagi dengan teknologi seperti sekarang. Bukan tidak mungkin siswa sudah punya pengetahuan sebelumnya tentang materi yang akan dibahas, terlepas apakah itu benar atau salah. Karena itu, penting bagi guru membuat konten pembelajaran secara apersepsi, yaitu tidak memiliki persepsi sebelumnya bahwa siswa tidak tahu tentang materi tertentu. 

Buat Modul Mendidik dan Mengajar Menarik di Sini

Ingin membuat modul mengajar yang menyenangkan dan tidak membosankan untuk para siswa? Pijar Sekolah hadir sebagai platform pembelajaran digital terpadu yang sangat mendukung pihak sekolah dalam mengadakan pembelajaran digital yang menyenangkan bagi siswa. Platform ini sangat memudahkan tenaga pengajar maupun siswa. 

Di platform ini, para guru dapat menyiapkan beragam modul mendidik dan mengajar yang seru dan menarik untuk mendukung siswa dan pihak sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. Pijar Sekolah juga menghadirkan Buku Digital, Buku Digital Interaktif, Video Pembelajaran, dan Laboratorium Maya yang mudah dimanfaatkan oleh guru dan siswa.

Visi dan misi Pijar Sekolah adalah menjadikan pendidikan lebih merata di Indonesia. Lewat platform ini, masyarakat dan siswa di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) juga bisa mendapat materi yang sama dan melek teknologi. Yuk, kunjungi situs Pijar Sekolah untuk mengetahui semua fitur menariknya! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *